^ TOP BACK

Pengunjung

Flag Counter

Live Traffic

Live Website Traffic

Terjemahan

Pencarian

Statistik Pengunjung

We have 13 guests and no members online

***|Selamat Datang Di web Fakultas Isipol|***

Choose Language

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Kabut Asap

Korban Kabut Asap Bisa Berlindung di Rumah Singgah dan Tenda Isolasi

Jumat, 23 Oktober 2015 06:22

Korban Kabut Asap Bisa Berlindung di Rumah Singgah dan Tenda Isolasi
KOMPAS/MEGANDIKA WICAKSONO
Sejumlah elemen masyarakat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, memprotes dan menggugat pemerintah atas bencana kabut asap yang terus terjadi, Rabu (21/10/2015). Jarak pandang di Palangkaraya pada pukul 07.00-pukul 10.00 hanya 10-30 meter. 
 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Masalah kabut asap akibat pembakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan semakin memprihatinkan. Untuk melindungi warga dari kabut asap, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengaku telah meminta pemerintah daerah menyediakan shelter atau rumah singgah.

"Membuka rumah singgah atau shelter di lokasi setempat. Rumah singgah mungkin bisa disediakan di ruang pertemuan, ruang rapat, swasta," ujar Nila di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Dalam rumah singgah, kondisi udara diatur dengan adanya penjernih udara atau sirkulasi yang baik. Nila mengatakan, rumah singgah ini utamanya untuk melindungi orang-orang yang berisiko terserang penyakit karena asap, seperti bayi, ibu hamil, lanjut usia, anak-anak, dan mereka yang sebelumnya telah mengidap penyakit kronis.

Baca: Imbas Kabut Asap, 338 Bayi Terserang Pneumonia

Selain itu, hari ini Kemenkes juga mengirim tenda isolasi ke Palangkaraya, Kalimantan. Diharapkan, tenda isolasi juga bisa disediakan di wilayah lainnya. Adanya rumah singgah dan tenda isolasi ini, menjadi lokasi evakuasi warga yang sudah tidak bisa berlindung di rumah mereka sendiri dari kabut asap.

Nila pun meminta petugas medis membuka pelayanan kesehatan selama 24 jam. Seperti diketahui, kabut asap telah menyebabkan ratusan ribu warga di Sumatera dan Kalimantan terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), ribuan warga mengalami iritasi kulit dan mata, dan ratusan lainnya sudah terkena pneumonia.

komentar:

Mari kita renungkan apakah kita ikut membakar lahan atau tidak, atau tetangga kita, atau masyarakat kita, atau perusahaan di tempat kita atau dengan sengaja kita membakar atau tidak sengaja, sekali lagi kita harus instropeksi diri dan ini terjadi setiap tahun.

Add comment


Security code
Refresh

Statistik Situs

598163
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
257
333
1576
594685
6520
7981
598163

Your IP: 18.234.88.196
Server Time: 2019-05-24 03:31:49

Login Form